Mohon untuk tidak mengupload file materi perkuliahan yang berbentuk pdf, ppt, doc, xls ke Blog Staff UMY -- Silahkan upload file-file tersebut ke E-Learning Portal Download Buku – Politik Lokal dan Perubahan Sosial

Portal Download Buku

Silikan Download buku POlitik Elite Muhammadiyah” karya David Efendi di sini 
download juga thesis keistimewaan Yogyakarta di sini 
THE DECLINE OF BOURGEOISIE
Runtuhnya Kelompok Dagang Pribumi Kotagede XVII-XX
Penulis: David Efendi
Pengantar: Achmad Charis Zubair
Penerbit: Research Center for Politics and Government, Jurusan Politik dan Pemerintahan UGM
Cetakan: 2009
Tebal: xxvi+276 halaman
Pada awal dan pertengahan abad 20, Kotagede terkenal dengan keberadaan “Orang Kalang” yakni klas kaya di Kotagede. Pada perkembangannya, klas orang kaya tidak hanya terbatas di kalangan orang Kalang. Orang-orang yang berhasil menduduki klas ekonomi atas muncul dari berbagai latar belakang, terutama paska Indonesia merdeka dan akhir abad 20. Telah terjadi dinamika orang kaya dan peranan sosialnya di Kotagede, terutama menjelang pergantian milenium.
Buku karya David Efendi ini berusaha melacak keberadaan klas-klas kaya di Kotagede tersebut, sekaligus menyusuri jejak kemundurannya. Tulisan di dalam buku ini mencoba menguraikan apa yang terjadi dalam dinamika klas-klas kaya Kotagede merentang lebih dari dua abad, sejak Mataram Islam hingga paska kolonial atau kemerdekaan Indonesia. Bagi penulis, buku ini diharapkan memberi kontribusi atas perdebatan mengenai formasi elit, klas menengah atau yang penulis sebut sebagai borjuasi di kalangan kelompok pribumi Jawa, kelompok intelektual pada zaman-zaman berikut.
Buku ini merupakan pengembangan dari tulisan tugas akhir (skripsi) untuk mencapai gelar sarjana di jurusan Ilmu Pemerintahan Universitas Gadjah Mada (UGM). Kata pengantar buku ini ditulis oleh Achmad Charis Zubair, seorang akademisi Fakultas Filsafat UGM dan penduduk asli Kotagede. David Efendi, penulis buku, merupakan alumnus Jurusan Ilmu Pemerintahan FISIPOL UGM tahun 2008. Ia banyak membuat artikel yang dimuat di berbagai media.
10562649_10202795042580259_4260938425742449847_o

Kata Pengantar Penulis

”Perubahan adalah bentuk perlawanan terhadap Penindasan”.

Syukur dan sujudku, untukmu Ya Rabb, yang selalu hadir menyapaku penuh cinta dan kasih sayang, tak terkirakan. Kata pengantar ini agak berkesan lantaran banyak pihak yang mewarnai karya tulis ini. Inilah saatnya penulis memberikan apresiasi yang setimpal kepada semua yang memberikan kontribusi.

Pada saat pengantar ini ditulis, Sleman bagian lereng merapi di guyur hujan hari ini. Waktu saya menuliskan kata pengantar ini. Ada yang teringat waktu dulu, bagaimana menjalani proses kuliah dengan berbasah-basah, mandi keringat bercampur hujan karena tidak punya jas hujan. Karena keterbatasan sumber dana akhirnya harus bekerja serabutan menjadi apa saja yang halal, bekerja untuk siapa saja asal tidak melanggar hak orang. Apakah ini pragmatis? Bukan, ini bagian dari perjuangan!

Suatu pagi yang cerah, menyeletuklah dari bibir Uminya Hafiz, ketika sepulang penutupan program pelatihan Bahasa IFP cohort VIII di LBI UI Jakarta. ” Bi, gimana tesis di UGM? Apa mungkin bisa selesai sekalian agar tidak sia-sia?”. saya kaget sekaget-kagetnya dalam otakku berputar-putar mencari jawabannya. Keadaan memang buruk, uang tidak ada dan benar-benar terimbas bank century, krisis global di segala bidang. Lalu sejurus kemudian muncul jawaban dari langit, ” Insya Allah bisa Mi”. Umi-nya Hafiz itu tersenyum, lalu pergi ke sekolah, dimana ia mengajar TK BIAS Fullday school. Sebagai konsekuensinya, saya harus menemui dosen untuk konsultasi. Mas Nanang saya temui, dan menyatakan siap membimbing meski saya belum memberikan draft apa pun terkait proposal.

Wahai Hafiz, ”malaikat” subuhku, Ayah berhutang budi kepadamu, engkau yang selalu membangunkan Tahajud dan Shubuh. Karya tulis ini, memang untukmu, dan hanya untukmu. Semoga membangkitkan semangat belajarmu kelak, Nak.

Terima kasih yang tiada terkira kepada dua dosen pembimbing saya: Pertama, Mas Nanang yang mengatakan bahwa saya bisa menyelesaikan tesis dalam waktu sebulan, terima kasih telah banyak mengorbankan banyak waktu untuk saya. Kedua, Mas Aagn Ari Dwipayana Msi, selain yang memotivasi saya menulis Kota Gede untuk skripsi, beliau juga friendly berkomunikasi dalam facebook dan mendiskusikan kemungkinan tesis saya selesai secepatnya, beliau bersedia jadi pembimbing sesuai dengan permintaan secara kultural, semacam persahabatan. Selain itu, saya berterima kasih kepada Dr. Purwo Santoso (hampir profesor), yang memberikan kemudahan bagi saya untuk aktif kembali setelah cuti 1,5 semester dengan membuat surat pencabutan yang kemudian dikabulkan oleh Prof.Dr.Pratikno, dekan Fisipol UGM, sekaligus beliau adalah yang bersedia memberikan rekomendasi kepada saya yang akhirnya lolos seleksi beasiswa IFP Ford Foundation, yang akhirnya minggu depan saya harus terbang ke Honolulu, dimana Obama pernah menapaki jalan di sana. Thank so much, Mr.Dean. untuk dosen penguji Ratnawati, M.Si dan Sigit Pamungkas, MA, saya sampaikan matur nuwun sanget mas.

Terima kasih atas supportnya Mas Triyanto dan Mbak Erry, Jazakumullah karena yang membentu membayar SPP S2 saya, juga untuk segala hal kebaikan mas saya akan ikhtiar melakukan apa yang mas contohkan agar bisa membantu yang membutuhkan. Matur sembah nuwun untuk Ibunda Trias Setiawati (calon doktor), Bapak Muntaha, dan adik-adikku: Tia, Oni, Zaim, Dina, Mamal, kalian penuh kehangatan, empati, simpati, dan harapan. Terima kasih juga atas data-data, pinjaman buku, diskusi, dan akses internet gratisnya.

 

Terima kasih kepada Ibu Musrifah, ibunda saya yang dampak doanya masih terasa hingga saat ini, dan juga semoga engkau berada di tempat yang penuh rahmat di sisi Allah, matur nuwun Mbah-nya Hafiz, Kasmian, yang ada di negeri sebrang, Malaysia sebagai TKI atas bantuan dananya yang sangat penting di masa-masa penuh krisis ini. Semoga menjadi amal sholeh penjenengan. Amin.

Terima kasih atas bantuannya: Viva Yoga Mauladi, Drh, Msi, anggota DPR RI dari PAN, BPH UMS, Bapak Sayuti, Mpd, Bapak Marpuji Ali, Stikes Aisyiyah. Semoga apa yang diberikan mendapatkan balasan yang lebih baik. Amin.

Kepada para penjaga perpustakaan, Polokda, PP Muhammadiyah cikditiro, LPI PP Muh, Dahlan, Mas Adim yang banyak memberikan bantuan, materi, data, dan desain power point-nya. Thanks berat untuk semuanya, juga kepada penjaga toko buku social agency, gramedia, dan pemeran buku di Mandala Bakti Wanitatama. Jazakumullah.

 

Teman-teman ”colaps state class”,  seangkatan dan senasib-seperjuangan: Bang Risal yang membantu diskusi proposal tesis, juga Mbak Yaya, Dang Ridho, Mbak Ira, Misrina, Mr. Jarwo Abbas, Pak Frenky, pak Domi di Timur Leste, Arif Flores, Ramly, Achild, mas Aan, walau kita berbeda pendapatan, kita akan tetap pertahankan gang kita dgn berkomunikasi, nomor HP jangan ganti, FB jangan dimatikan, email jangan dijual. Keep in touch please!. Terima kasih atas support-nya dalam upayaku yang hampir gagal. Thanks so much guys. Spesial untuk Mbak Nur (sekret Plod), terima kasih atas semua keramahan dan bantuannya.

Terima  kasih tiada batas kepada keluarga besar aktivis Muhammadiyah dalam Majelis Reboan, alumni IPM, anggota milis alumni irm-ipm, atas segala informasi yang telah diberikan kepada saya. Special thanks, untuk Mas Adim, Mas Aish, Mudzakkir, MasMulyadi, yang merupakan teman diskusi yang sangat hangat dan panas!. Jazakumulah, Mas Danan yang membantu banyak hal.

 

Semoga karya ini membawa manfaat bagi pengembaraan intelektual penulis pribadi, menjadi inspirasi bagi keluarga dan pembaca sekalian. Karena niat baik akan berbuah baik, dan niat perlawanan akan membuahkan suatu pengalaman termahal yang kita akan dapatkan. ”Entah esok hari, atau lusa nanti,” kata Iwan Fals.

 

Padepokan KH Dahlan 103, 1 Januari 2014

Penyusun

 

David Efendi