Sejatinya politik itu perlu punya karakter yang manusiawi. Adapun gerakan anti-kekerasan perlu mendapatkan tempat yang mulia. Ajaran Gene sharp, penulis banyak buku demokrasi, revolusi, pembuat film how to make revolution dapat membantu demonstran mengupayakan suaranya terdengar melalui beragam taktik, metode, strategi ekspresi politik sebagai berikut.

Pernyataan resmi: Pidato publik – Surat penolakan atau dukungan – Deklarasi oleh organisasi dan lembaga – Deklarasi publik bertandatangan – Deklarasi dakwaan dan niat – Petisi bersama atau kelompok

Komunikasi dengan khalayak yang lebih luas: Slogan – Karikatur – Simbol – Spanduk – Poster – Komunikasi yang terpajang – Leaflet – Pamflet – Buku – Koran dan jurnal – Rekaman – Radio – TV – Film – Internet – Surat massal (spamming) – Situs web pribadi – Skywriting dan earthwriting

Representasi Kelompok: Utusan – Penghargaan olokan – Kelompok lobi – Penjagaan – Pemilu olokan –

Tindakan simbolis publik: Menampilkan bendera dan warna simbolis – Mengenakan simbol – Doa dan ibadah – Menyampaikan benda simbolis – Protes penanggalan pakaian – Penghancuran milik sendiri – Keterangan simbolis – Menampilkan potret – Lukisan sebagai protes – Tanda dan nama baru – Suara simbolis – Reklamasi simbolis – Isyarat kasar

Tekanan pada individu: “Berburu” pejabat – Mengejek pejabat – Bergaul – Berjaga �

Drama dan musik: Sandiwara humoris dan kelakar – Pertunjukan drama dan musik – Menyanyi –

Prosesi: Barisan – Parade – Prosesi keagamaan – Ziarah – Iring-iringan mobil

Menghormati orang meninggal: Politik berkabung – Pemakaman olokan – Pemakaman demonstratif – Penghormatan di tempat-tempat pemakaman

Majelis umum: Sidang protes atau dukungan – Pertemuan kamuflase untuk protes – Forum pendidikan untuk protes (teach-ins)

Penarikan dan penolakan: Pemogokan – Diam – Memungkiri kehormatan – Mencari perhatian (turning one’s back)

Pengucilan pada orang-orang: Boikot sosial – Boikot sosial selektif – Protest dengan tulisan (Lysistratic nonaction) – Pengucilan – Larangan

Tidak bekerjasama dengan kegiatan sosial, adat istiadat, dan lembaga-lembaga: Penghentian sementara kegiatan sosial dan olahraga – Boikot urusan sosial – Pemogokan pelajar – Ketidaktaatan sosial – Penarikan dari lembaga-lembaga sosial

Penarikan dari sistem sosial: Tinggal di rumah saja – Tidak bekerjasama total secara pribadi – “Penerbangan/pelarian” pekerja – Suaka – Pelenyapan secara kolektif – Protes dengan emigrasi

Aksi konsumen: Boikot konsumen – Boikot barang dengan tak mengkonsumsinya- Kebijakan penghematan – Pemotongan Sewa – Penolakan untuk menyewa – Boikot konsumen nasional – Boikot konsumen internasional

Aksi oleh pekerja dan produsen: Boikot pekerja – Boikot produsen

Aksi oleh perantara: Boikot pemasok dan pengusaha

Aksi oleh pemilik dan manajemen: Boikot para pedagang – penolakan untuk mengeluarkan atau menjual property – Larangan bekerja – Penolakan bantuan perindustrian – Pemogokan umum para pedagang

Aksi oleh pemegang sumber daya keuangan: Penarikan deposito bank – Penolakan untuk membayar biaya, iuran, dan pembebanan – Penolakan untuk membayar utang atau bunga – Pemutusan dana dan kredit – Penolakan pendapatan – Penolakan uang pemerintah

Aksi pemerintah: Embargo domestik – Pendaftarhitaman pedagang – Embargo penjual internasional – Embargo perdagangan internasional

Pemogokan Simbolis: Pemogokan untuk protes – Quickie walkout (lightning strike)

Pemogokan Pertanian: Pemogokan rakyat – Pemogokan pekerja pertanian

Pemogokan oleh kelompok-kelompok khusus: Penolakan pekerja teladan – Pemogokan tahanan – Pemogokan kaum pekerja – Pemogokan para profesional

Pemogokan industri biasa: Pemogokan pendirian – Pemogokan industri – Pemogokan untuk simpati –

Pemogokan terbatas: Pemogokan rinci- Pemogokan luar biasa – Pemogokan perlambatan – Pemogokan bekerja berdasar peraturan – Pelaporan “sakit ” (sick-in) – Pemogokan dengan pengunduran diri – Pemogokan terbatas – Pemogokan selektif

Pemogokan Multi- industri: Pemogokan yang digeneralisasi – Pemogokan umum

Kombinasi pemogokan dan penutupan ekonomi: Hartal (aksi penutupan toko, dsb) – Penutupan ekonomi

Penolakan terhadap otoritas: Penahanan atau penarikan kesetiaan – Penolakan dukungan publik – Literatur dan pidato untuk advokasi resistensi

Pembangkangan warga dengan pemerintah: Boikot badan legislatif – Boikot pemilu – Boikot kerja dan posisi pemerintah – Boikot departemen pemerintah, lembaga, dan badan-badan lainnya – Penarikan dari lembaga pendidikan pemerintah – Boikot lembaga yang didukung pemerintah – Penolakan bantuan kepada agen penegak hukum – Penghapusan tanda-tanda dan tempat sendiri – Penolakan untuk menerima pejabat yang ditunjuk – Penolakan untuk membubarkan lembaga yang ada

Alternatif warga untuk taat: Keengganan dan kepatuhan yang lambat – Ketidakpatuhan dalam ketiadaan pengawasan langsung – Ketidakpatuhan populer – Ketidaktaatan samar – Penolakan pembubaran suatu kumpulan atau pertemuan – Duduk – Pembangkangan wajib militer dan deportasi – Menyembunyikan, melarikan diri, dan identitas palsu – Ketidaktaatan sipil pada hukum haram

Aksi oleh personil pemerintah: Penolakan selektif terhadap bantuan pemerintah – Pemblokiran garis komando dan informasi – Pengulur-uluran dan penghalangan – Tidak kooperatif terhadap administrasi umum – Ketidakpatuhan pada pengadilan – Ketidakefisiensian yang disengaja dan non-kooperasi selektif oleh agen penegak – Pemberontakan

Tindakan domestik pemerintah: pengelakan dan penundaan kuasi hukum – tindakan non-kooperatif terhadap unit konstituten pemerintah –

Tindakan pemerintah internasional: Perubahan perwakilan diplomatik dan lainnya – Penundaan dan pembatalan pengakuan diplomatik – Pemutusan hubungan diplomatik – Penarikan diri dari organisasi internasional – Penolakan keanggotaan dalam badan internasional – Pengusiran dari organisasi internasional

Intervensi psikologis: Unjuk diri – Puasa – a) Puasa untuk tekanan moral, b) Mogok makan, c) Puasa Satyagraha, Percobaan terbalik (reverse trial), Pelecehan tanpa kekerasan

Intervensi fisik: Aksi duduk – Aksi berdiri – Aksi mengendarai kendaraan – Aksi mengarungi – Aksi pemukulan – Aksi doa – Aksi penjara – Serangan anti-kekerasan – Penggerebekan tanpa kekerasan – Aksi pendudukan dengan tanpa kekerasan – “treehugging”

Intervensi sosial: Membentuk pola sosial baru – Muatan fasilitas – Aksi mogok – Aksi berbahasa – Teater gerilya – Sistem komunikasi alternatif

Intervensi ekonomi: Pemogokan mundur – Aksi pemogokan di tempat – Perampasan tanah tanpa kekerasan – Boklade penolakan – Pemalsuan termotivasi politis – Preclusive purchasing – Penyitaan aset – Dumping – Patronase selektif – Pasar alternatif – Sistem transportasi alternatif – Lembaga ekonomi alternatif

Intervensi politik: Sistem administrasi berlebih- Pengungkapan identitas agen rahasia – Mencari penjara – Pembangkangan sipil hukum ” netral ” – Bekerja tanpa kolaborasi – Kedaulatan ganda dan pemerintahan paralel