Mohon untuk tidak mengupload file materi perkuliahan yang berbentuk pdf, ppt, doc, xls ke Blog Staff UMY -- Silahkan upload file-file tersebut ke E-Learning Kopdarnas Literasi: Berkumpul, Berbagi, dan Bergerak bersama – Politik Lokal dan Perubahan Sosial

Kopdarnas Literasi: Berkumpul, Berbagi, dan Bergerak bersama

Taman Pustaka Tahun 1927

Awalnya forum rembug in didesain secara nyantai dan penuh keakraban bagi para pegiat literasi di lingkungan Muhammadiyah: pengelola taman pustaka, pengurus perpustakaan, pengurus MPI yang punya concern dalan urusan literasi, pemerhati perbukuan, penerbit,calon penggerak literasi, dst. Namun, karena kita ingin pertemuan ini maksimal dan kontributif dalam ihwal literasi lalu didesainlah sesi seminar, sharing, gathering penerbit agar kelak menjadi “bekal” energi literasi yang terbarukan di Hari Hari yang Akan datang.

 

Beberapa pertanyaan masuk ke japri saya:

“Saya bukan pengurus Muhammadiyah, bolehlah datang di kopdarnas?”

“Saya mau hadir, sebagai pribadi boleh mas?”

“Saya mau bertiga hadir boleh atau tidak mas?”

“Registrasinya free atau berbayar mas, berapa pendaftarannya?”

“Mantab mas kopdarnas literasi, insyallah merapat”

“Jadinya di solo ya?” Yup, jawab saya.

Dan sebagainya yang tidak Saya upload disini. Saatnyalah Saya meringkaskan jawaban untuk sedikit memberikan informasi. Tapi ini bukan sesi Q & A ala generasi milennial ya.

 

Mulai dari thema yang kita ambil: berkumpul, berbagi, Dan bergerak bersama. Millennials bilang: gathering, sharing, and acting together. Wih…tema yang serasa asik. Semoga asik!

 

Berkumpul

Ya kumpul-kumpul saja dengan hati riang, pikiran tenang, rileks dan siap bertemu dengan segala keadaan di TKP. Forum ini tidak exlusive tetapi membuka ruang ruang pertemuan beragam Komunitas, beragam latar dan satu Hal yang penting: berkumpul untuk menyusun kekuatan, melipatgandakan energi kebaikan untuk mendorong kerja literasi yang militan, ideologis (iqra’), Dan juga membangun keyakinan bersama bahwa bangsa harus move on dari bencana tuna literasi. Kumpul kumpul banyak manfaat, Dan semua itu harus dibangun dari kedalaman jiwa para pelakunya.

 

Kumpul dalam kopdarnas punya makna konstruktif: bahwa Kita Tak pernah merasa sendirian dalam berhidmat Dan berkiprah dalam Gerakan literasi, banyak teman, banyak aktor sehingga lebih memberdayakan diri dan memperkuat barisan katimbang perasaan sudah melakukan banyak Hal, lelah sendirian dan mati dimakan sunyi. Kehadiran banyak teman adalah kekuatan apresiatif untuk kembali menggerakan pengetahuan, merayakan Abad pencerahan!

Kerja kerja literasi akan tetap Ada di dalamnya dimensi sunyi tetapi dengan hadirnya model model perpustakaan jalanan, pustaka bergerak, kreatifitas pelaku Gerakan, menjadikan kesunyian itu termaknakan oleh kegembiraan yang luar biasa. Setidaknya, Saya mengalaminya dan banyak pegiat lain merasakan hal serupa: bahagia itu sederhana dengan punya teman Dan bisa kumpul bersama buku dan dalam kekeluargaan di dalamnya. Dengan demikian, Gerakan literasi Tak pernah hanya soal buku dan rak buku, tetapi juga soal kepekaan sosial, soal persahabatan, soal solidaritas, dan soal keimanan pada firman Allah yaitu perintah membaca.

Berkumpullah bersama para pegiat literasi agar hatimu beriman sejenak!

Berbagi

Sangat asik jika nantin di kopdarnas bisa berbagi buku antar penulis, penerbit, juga panitia memberikan support bagi pegiat untuk menambah bacaan. Tentu sekrang lebih mudah berbagi buku karena Ada fasilitas pengiriman buku bebas ongkir tiap tanggal 17 di kantor POS (syarat terdaftar/tidak sulit) dan kedepan Kita bisa membuat Komunitas sendiri yang bisa mendaftar langsung ke kantor pos agar lebih cepat lagi proses dan taktik berbagi bacaan ini. Sampai detik ini yang terdaftar di kantor POS baru tiga kanal: FTBM (ribuan tbm), Pustaka Bergerak Indonesia (200an/Oktober 2017), Dan Rumah Baca Asmanadia(67 Komunitas). Kita akan menyusul kanal satu lagi: Jaringan taman pustaka atau apa namanya.

 

Itu baru soal bacaan. Hal penting lainnya di kopdarnas yang dapat dibagi adalah pengalaman, militansi, kisah perjuangan, rencana rencana, dan beragam energi + lainnya.

Berbagi ide dan gagasan adalah salah satu mesin organik yang dapat memproduksi pengetahuan yang sangat penting. Gagasan banyak kepala pasti lebih punya daya kreatif, daya ubah, daya gugah yang sangat dahsyat yang pada akhirnya dapat mengisi energi daya tahan yang diperlukan pelakunya. Pentingnya gagasan yang dibagi tidak diragukan lagi. Berbagi adalah kunci segala hal mengenai keberhasilan sebuah Gerakan sosial.

So, mari gotong royong nyungkuyung hajatan bersama kita. Kopdarnas ini kalau dimiliki banyak orang sebagai kebutuhan bersama, tentu makin mantab. Yang suka nulis nulis, yang suka desain desain, yang pengen berbagi buku bawa buku dan seterusnya Demi meramaikan kegiatan kopdarnas.

Beraksi Bersama

Aksi literasi satu orang sangat mungkin mengubah keadaan, tapi aksi literasi dilakukan banyak orang, di berbagai skala dan lokasi punya peluang besar mengubah takdir manusia/bangsa juga mengubah takdir buku buku–yang sedianya hanya memberi makna guna sedikit orang menjadi multi impact: sentripetal Dan sentrufugal. Kekuatan kerja sama menjadi eksprimen baru dalam perayaan era informasi: kolaborasi, multimedia, multi stakeholders yang akan menarik gerbong Gerakan Kebudayaan literasi lebih akseleratif, lebih bertanaga di Masa Masa yang akan datang.

 

Sama dengan teori gaya erupsi, aksi kolaborasi dalam literasi dapat bergaya internal dan eksternal atau kombinasi. Gempa literasi tsumani literasi atau badai literasi dapat diproduksi dari kerja dan aksi bersama. Meminjam istilah Pak Jokowi: literasi, literasi, literasi! Sekian semoga manfaat untuk menghangatkan kopdarnas.

 

Sampai ketemu di kopdarnas Penggiat literasi di Surakarta.

About David Efendi 237 Articles
David Efendi is a young lecturer at the departement of Governmental Studies at UMY. He graduated from political Science, University of Hawaii at Manoa and Gadjah Mada University. His research interest are mostly in the area Local Politic, everyday politics and resistances he then found this Everyday Politics and Resistance Studies in order to create a new alternative in understanding political issue both local and national. The main focuses of his current research are about everyday life of people resistances and politics, non-violence movement, collective action, and also social movement.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*