Mohon untuk tidak mengupload file materi perkuliahan yang berbentuk pdf, ppt, doc, xls ke Blog Staff UMY -- Silahkan upload file-file tersebut ke E-Learning Koh Nur, Profesor Pemerintahan – Politik Lokal dan Perubahan Sosial

Koh Nur, Profesor Pemerintahan

Rasa bangga tentu saja sebagai dosen yunior di Ilmu Pemerintahan UMY ketika mendengar kabar bahwa gelar profesor Pak Nur atau Koh Nur (biasa dipanggil kolega) turun dari Jakarta. Tentu saja, ini bukan hal yang mengejutkan. Kami sudah sangat terbiasa memanggil Pak Nurmandi dengan sebutan prof Nur karena memang Pak Nurmandi sudah dari dulu layak menyandang sabuk profesor. Salah satu dosen yang sangat disiplin dalam menulis, keras dalam mengajak maju, dan juga tentu saja motivator yang bikin ‘senewen’ bagi dosen yang lambat dalam menyelesaikan studi atau terlalu lama dalam memulai studi lanjut ke luar negeri. Saking tidak enaknya tak mendapat progres, rasanya malu sekali bertemu Pak Nurmandi. Saya yang dua kali diterima beasiswa study luar negeri BPPLN Dikti dan Fulbright DIKTI. Pertama terkendala karena wawancara terlalu dekat dengan masuknya perkuliahan di kampus di USA, dan kedua karena tidak mendapatkan kampus setelah lolos beasiswa Fulbright.

 

Kerja kerasnya itu terlihat katika kami yang terlalu santai mengurus jurnal dan publikasi sementara Pak Nurmandi tiap hari menulis sepertinya dan selalu ada progres. Pengalaman menulis berdua dengan beliau nampak sekali kalau kita lambat, bakalan ditinggal kereta olehnya. Hebatnya, Pak Nurmandi terus menulis apa kekurangan paper ketika kita stag eh ternyata beliau tetap bisa lanjut tanpa menunggu kita. Iseng-iseng saya mengintip google scholarnya ini:

Prof Nur biasanya datang ke kampus pagi-pagi dan kalau janjian dengan beliau harus siap-siap bubrah pagi alias bereskan banyak urusan secepatnya. Kenapa? Prof Nur kalau ngajak ketemuan jam 8 pagi kadang 7.30 padahal tahu sendiri kan dosen-dosen pada umumnya jam segitu ya masih punya banyak urusan domestik yang seabrek. Prof Nur ini hanya bisa disaingi Pak Yosep Riwo Kaho, dosen IP UGM yang ngajak ke kelas jam 6.30 saat semua masih terlelap tidur. Kantor TU belum buka.

Sebagai penutup, untuk melengkapi informasi terkait Prof Nur, berikut adalah karya-karya yang dapat kita temui di dunia online. Semoga menjadi motivasi dosen-dosen muda dan khususnya bagi dosen-dosen ilmu pemerintahan di Indonesia.

Bidang Penelitian

  • Public Administration

Publikasi

Buku

  1. Implementasi knowledge management pada organisasi publik | Peer Review
  2. Manajemen Pelayanan Publik | Peer Review
  3. Menjaga Indonesia dari KEPRI peluang, tantangan dan profil 19 pulau terdepan Indonesia di kepulauan Riau | Peer Review
  4. Citizen Participation in Selected Local Governance of Asia Pacific Countries | Peer Review
  5. Ijtihad Politik Muhammadiyah: Politik Sebagai Amal Usaha | Peer Review

Jurnal

  1. The Practice of Knowledge Management in a Government Organisation Managing the informal Economy in Yogjakarta City, Indonesia | Peer Review
  2. Menuju Knowledge-Based City Planning | Peer Review
  3. Making the Strategic plan work in local government a case study of strategic plan implementation in yogyakarta special province (YSP) | Peer Review
  4. Regulatory Competition and Decision Space of Decentralization Implementation in Indonesia Study of Local Regulation in 2007-2009 | Peer Review
  5. Making the Strategic plan work in local government a case study of strategic plan implementation in yogyakarta special province (YSP) | Peer Review
  6. Directing Urban Planning From the Top Rezoning the Urban Informal Sector in the Multy-Party System of Yogyakarta City | Peer Review
  7. The Critical Comparison of the Green Parties Phenomena Between Indonesia and Thailand | Peer Review
  8. Toward A Theory of Appropriate and Effective Urban Governance | Peer Review
  9. Model and Practice of Strategic Policy Process in Indonesia Case Study Strategic management in Indonesian Central Government (2009-2012) | Peer Review
  10. what is the status of indonesias e-procurement | Peer Review
  11. Government Control vs Market Mechanism in The Land Use Market in Human Settlement Development | Peer Review
  12. Bottom up internationalization strategy-case study on internationalization at UMY | Peer Review
  13. E-Procurement System Technology An Analysis in Electronic Procurement Service Unit (LPSE) of Kepulauan Riau Province | Peer Review
  14. Social Media use Rethinking Civic Engagement in Government | Peer Review
  15. Making e-procurement work in a decentralized procurement system A comparison of three Indonesian cities | Peer Review
  16. Comparing Cross-Sectoral Governance in Managing Post-Disaster in Indonesia | Peer Review

Artikel

  1. Decentralization in Action-Decentralization Implementation in Jogyakarta City | Peer Review
  2. Regulatory Competition and Decision Space of Decentralization Implementation in Indonesia Study of Local Regulation in 2007-2009 | Peer Review
  3. Proses Manajemen Pengetahuan Bagi Inovasi Pelayanan Perizinan di Kota Yogyakarta | Peer Review
  4. Urbanizing Indonesia trends and challenges of urbanization in the 21st century | Peer Review
  5. Sustainability of Strategic Management Practice in Government organization | Peer Review
  6. Contingency Theory or Universal Theory on Public Organisation | Peer Review
  7. Making Performance-Based Budgeting Works in Some Local Governments of Indonesia| Peer Review
  8. Pemekaran Daerah dan Kinerja Birokrasi Daerah Evaluasi Kinerja Daerah Otonom di Provinsi Riau | Peer Review
About David Efendi 237 Articles
David Efendi is a young lecturer at the departement of Governmental Studies at UMY. He graduated from political Science, University of Hawaii at Manoa and Gadjah Mada University. His research interest are mostly in the area Local Politic, everyday politics and resistances he then found this Everyday Politics and Resistance Studies in order to create a new alternative in understanding political issue both local and national. The main focuses of his current research are about everyday life of people resistances and politics, non-violence movement, collective action, and also social movement.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*