Jurusan Ilmu Pemerintahan mengundang Bapak/Ibu/Saudara/i pada kegiatan kuliah umum dengan tema *Troubled Transit: Politik Indonesia Bagi Para Pencari Suaka* yang akan di selengggarakan pada hari

Selasa, tanggal 28 February 2017 jam 8.30 wib -11.00 Wib
Bersama Professor Antje Missbach (The Monash University, Australia).

Tempat: Ruang Sidang, Lantai 4, Gedung Pasca Sarjana UMY.

Demikian undangan ini kami sampaikan, atas partisipasinya kami sampaikan banyak terima kasih.

Organized by:
Jurusan Ilmu Pemerintahan UMY
JKSG UMY
MIP UMY
LAB IP UMY
IGOV UMY
Yayasan Obor Indonesia

FYI: Karya mutakhirnya buku ada di link ini https://bookshop.iseas.edu.sg/publication/2103

Berikut link profilnya: profiles.arts.monash.edu.au/antje-missbach/research/

Research interest:

Transit migration and human smuggling in Indonesia; Diaspora politics and long-distance nationalism; Piracy and maritime security in Southeast Asia; Contemporary politics in Indonesia; Rural-urban migration and urban development in Indonesia and Malaysia.

Term of Reference

Public Lecture  Jurusan Ilmu Pemerintahan UMY

Tema:
Troubled Transit: Politik Indonesia Bagi Para Pencari Suaka

 

  1. Pendahuluan

Sampai dengan akhir Januari 2016, sebanyak 7,616 pencari suaka terdaftar di UNHCR Jakarta secara kumulatif dari Afghanistan (50%), Somalia (10%) dan Myanmar (5%). Jumlah yang sangat besar dan sepertinya faktor ketenagan politik global memaksa banyak negara untuk bekerja keras termasuk mengevaluasi kebijakan terkait pengungsi ini. Para pencari suaka bisa datang kapan saja tidak dapat diprediksi.

Namun demikian, seringkali terminologi pencari suaka dan pengungsi menimbulkan kebingungan. Seorang pencari suaka adalah seseorang yang menyebut dirinya sebagai pengungsi, namun permintaan mereka akan perlindungan belum selesai dipertimbangkan. Secara prosudural, Seorang pencari suaka yang meminta perlindngan akan dievaluasi melalui prosedur penentuan status pengungsi (RSD), yang dimulai sejak tahap pendaftaran atau registrasi pencari suaka. Selanjutnya setelah registrasi, UNHCR dibantu dengan penerjemah yang kompeten melakukan interview terhadap pencari suaka tersebut. Proses interview tersebut akan melahirkan alasan – alasan yang melatarbelakangi keputusan apakah status pengungsi dapat diberikan atau ditolak. Pencari suaka selanjutnya diberikan satu buah kesempatan untuk meminta banding atas permintaannya akan perlindungan internasional yang sebelumnya ditolak.

Global-local pressure adalah suatu situasi yang dapat digambarkan dalam melihat persoalan kontemporer akhir-akhir ini bagi penegakan kedaulatan, menegakkan ketertiban dunia, dan juga mengendalikan ketegangan kawasan yang kerap dipicu oleh perang di berbagai negara baik antar warga (civil war) atau akibat ekspansi negara lain. Karena itulah jurusan ilmu pemerintahan bermaksud untuk membedah fenomena ini dalam tajuk kuliah umum (public lecture) dari seorang scholar yang expert di bidang ini.

  1. waktu, bentuk dan tempat Kegiatan

Pelaksanaan kegiatan ini pada hari selesa, 28 februari 2017 jam 09.00-12.00 WIB bertempat di gedung pasca sarjana UMY. Adapun kegiatan ini berbentuk kuliah umum yang akan dilanjutkan dengan diskui terkait topik.

  1. Tujuan dan Manfaat

Kegiatan ini mempunyai beberapa tujuan, antara lain:

  1. Memberikan wacana secara praksis mengenai hubungan politik internasional denan kebijakan domestik dalam negeri;
  2. Memberikan pemahaman mengenai perkembangan politik internasional yang juga berhubungan dengan spekturm pola kerja sama perdagangan internasional dimana batas-batas negara semakin menyempit;
  3. Memamahi bagaimana formulasi advokasi kebijakan publik dari semua stakeholder yang juga kompleks baik di level pemerintah pusat maupun pemerintah daerah terutama di perbatasan.

Ada pun manfaat kegiatan ini adalah;

  1. Adanya peningkatan pengetahuan mengenai hubungan politik internasional denan kebijakan domestik dalam negeri;
  2. Semakin komprehensifnya pemahaman mengenai perkembangan politik internasional yang juga berhubungan dengan spektrum pola kerja sama perdagangan internasional dimana batas-batas negara semakin menyempit;
  3. Adanya input untuk upaya formulasi  advokasi kebijakan publik dari semua stakeholder yang juga kompleks baik di level pemerintah pusat maupun pemerintah daerah terutama di perbatasan.

 

  1. Jadwal kegiatan
No Jam Agenda Keterangan
 

1

 

08.00-8.30 WIB

registrasi peserta di lantai 4 gedung Pasca Sarjana, UMY

 

panitia
2 08.30-9.00 WIB pembukaan MC
09.00-9.30 WIB sambutan ketua jurusan, Dr Titin Purwaningsih
sambutan Rektor UMY, Dr Gunawan Budanto
10.00-11.00 Wib acara kuliah umum oleh Profesor Antje Missbach (Monash University, Australia) David Efendi, MA (Moderator)
11.00-11.30 Sesi diskusi
11.30 Wib penutup MC

 

  1. Narasumber

Pada kuliah umum kali ini akan menghadirkan Profesor Antje Missbach dari Monash University, Australia. Kegiatan ini akan difasilatatori oleh David Efendi (Jurusan IP UMY) sebagai moderator diskusi.

  1. Peserta dan Kerjasama penyelenggara

Segenap civitas acadamia UMY terdiri dari dosen, undangan khusus dan masyarakat umum dengan terlebih dahulu memberikan konfirmasi kehadiran kepada panitia. Kegiatan ini terlaksana atas kerjasama antara jurusan IP UMY, MIP UMY, IGOV, JKSG UMY dengan Buku Obor Indonesia dan juga dengan media partner antara lain: Kedaulatan rakyat, radar Jogja, dan RadioMu.

  1. Penutup

Demikian Tor yang dapat kami sampaikan untuk dijadikan panduan dalam melaksanakan kegiatan tersebut. Atas kerjasama semua pihak kami sampaikan banyak terima kasih.

Yogyakarta, 6 Feb 2017