Mohon untuk tidak mengupload file materi perkuliahan yang berbentuk pdf, ppt, doc, xls ke Blog Staff UMY -- Silahkan upload file-file tersebut ke E-Learning Smart City, Smart Bunuh Diri – Politik Lokal dan Perubahan Sosial

Smart City, Smart Bunuh Diri

Barangkali ini kabar buruk karena Jakarta penuh air mata dan kehancuran hari-hari akhir ini. Kota bukan hanya tempat pertarungan nafsu setan dengan baju kapitalisme tapi kota juga telah terbukti menjadi pusat bunuh diri yang kreatif. Kota juga ladang pembantuan manusiawi oleh perangai hewani. Kota sama sekali bukanlah puncak peradaban manusia yang pernah dimimpikan Ibnu Khaldun. Kota adalah lautan air mata yang menggenang di mulai dari Ibu Kota. Tungguh kehadirannya segera di kota-kota terdekat anda.

sebuah-alat-berat-crane-roboh-dan-jatuh-ke-kali-_151001175526-747

Untuk memastikan bahwa banyak pemerintah salah urus kota sehingga banyak pula kepala daerah sedang asik-asiknya mempraktikkan jurus menghancur leburkan kotanya sendiri, manusianya sendiri. Marilah kita sambil tahajud atau dzikkir membaca mantra-mantra akhir pekan untuk menyambut matinya ibu kota matinya jakarta yang kamu sayangi.

Kultwit dari Rocky Gerung memaknai smart city [Rocky Gerung @rockygerung 22/09/2016 21:27:37 WIB] diakses dari group Whatsapp Rumah Baca Komunitas. Jangan bernafas membaca peringatan hari kiamat perkotaan ini:

1. Kota adalah ruang keadilan sosial. Bukan ruang legal semata #citizen

2. Kota adalah pemukiman. Bukan hunian. Ada nilai bersama. Bukan sekedar pembagian hak #citizen

3. Mutu kota bukan pada ketertiban, tapi pada solidaritas. #citizen

4. Kota yang kumuh harus ditata. Bukan digusur. #citizen

5. Pemkot tidak menata kota atas kehendaknya sendiri. Melainkan atas izin pemukimnya #citizen

6.Pemkot memperoleh legitimasi justru dari pemukimnya. Bukan dari kekuasaan politik atau kapital #citizen

8. Sejarah kota adalah sejarah para pemukim awal. Yang tentu saja “liar”. Itullah asal usul warga #citizen

9. Pemkot memperoleh konsepsi kota dari para urbanis. Tapi baik Pemkot maupun urbanis memperoleh legitimacy dari pemukim. #citizen

10. Kota tak boleh diterangkan dengan argumen ekonomi. Kota adalah lokasi keadilan ekologi. #citizen

11.Banjir adalah bencana ekonomi bagi dunia bisnis. Tapi ia adalah logika ekologi yang sangat etis. #citizen

12. Hiduplah dengan banjir. Dirikan kotamu di atas banjir. Engkau dan banjir bukan paradoks. Begitulah kearifan ekologi. #citizen

13. Siklus ekologi hanya boleh kau hitung. Bukan kau atur. Itu perlunya pemkot yang cerdas, untuk menghasilkan kota yang cerdas. #citizen

14. Pakai otakmu untuk menghasilkan keadilan kota. Bukan pakai otak orang rakus. #citizen

15. Nikmati kotamu. Berbagilah ruang. Itu artinya menjadi warga. #citizen

gerakan membunuh jogja 3

Orang-orang yang hobi menghancurkan manusia lain bukanlah orang-orang yang tak terdidik. Mereka adalah insinyur kelas kakap, tamatan kampus luar negeri yang konon beradab. Sebagaimana peringatan Chekhov dalam sindiran mautnya, “Tuan, yang harus disalahkan adalah seluruh intelegensia. Ketika mereka masih mahasiswa mereka adalah orang-orang yang baik Dan jujur. Di pundak mereka terletak pengharapan kita. Mereka adalah masa depan, tetapi begitu mereka memperoleh posisi dan kehidupan bebas mandiri, maka pengharapan kita itu berubah menjadi asap, dan filter yang tinggal hanyalah doktor yang memiliki rumah dan kendaraan mewah, pejabat yang super korup, dan insinyur yang tukang khianat kepada kepentingan Rakyat.” Rakyatlah yang disalahkan dan layak dihancurkan, dan sama sekali bukan pejabat yang bersenjata bedil-bedil yang tiap detik murka.

 

Suatu hari saya mengatakan kepada mahasiswa jurusan Ilmu Pemerintahan bahwa kota-kota di semua belahan dunia tak lagi punya karakter manusiawi untuk semua orang. Kota-kota hanya bisa memperlakukan pemilik uang dengan ramah. Selain itu, tidak. Mahasiswa antara percaya dan tidak. Barangkali malah tak begitu antusias melihat dan membacai ocehan dosennya. Terbukti, saya posting ocehan Ricky Gerung yang bernas membakar tak ada yang komentar. Barangkali semua orang berfikir kota adalah ruang nyaman yang glamour dan modern. Ketika saya bilang kepada mahasiswa bahwa kota adalah pusat bunuh diri yang cerdas dengan memanfaatkan beragam tekhnologi canggih mulai strum, gas elpiji, pertalite, pemanfaatan ketinggian bangunan, air beracun dari limbah rumah sakit, dan sebagainya. Kalau anda memang warga smart city, tentu anda selalu punya cara bunuh diri yang cerdas!

About David Efendi 237 Articles
David Efendi is a young lecturer at the departement of Governmental Studies at UMY. He graduated from political Science, University of Hawaii at Manoa and Gadjah Mada University. His research interest are mostly in the area Local Politic, everyday politics and resistances he then found this Everyday Politics and Resistance Studies in order to create a new alternative in understanding political issue both local and national. The main focuses of his current research are about everyday life of people resistances and politics, non-violence movement, collective action, and also social movement.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*