Mohon untuk tidak mengupload file materi perkuliahan yang berbentuk pdf, ppt, doc, xls ke Blog Staff UMY -- Silahkan upload file-file tersebut ke E-Learning Gebrakan Lebih Dilakukan Menteri Non Partai – Politik Lokal dan Perubahan Sosial

Gebrakan Lebih Dilakukan Menteri Non Partai

Antara / Foto

YOGYAKARTA-Sebagian besar masyarakat Yogya masih sangat konsisten untuk percaya dan mendukung kinerja Jokowi-JK ke depannya.
Demikian salah satu kesimpulan dari hasil penelitian yang dilakukan oleh dosen Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) David Effendi, S.IP., MA terkait dengan kepuasan masyarakat di Yogyakarta khususnya pada bidang kedaulatan, ekonomi, dan pendidikan terhadap kinerja 100 hari pemerintahan Jokowi-JK, yabg dipaparkan dalam “Evaluasi Kritis Kinerja Pemerintahan Jokowi-JK (Diskusi Akhir Tahun)”, Senin (29/12) di UMY.”Di sektor kedaulatan yang terkait dengan pembakaran kapal asing yang melakukan pencurian di laut Indonesia yang di lakukan Menteri Kelautan Susi Pudjiastuti ini mendapat dukungan  sebanyak 61%,” ujarnya.

Hanya saja, tambah Dr. Eko Purnomo, yang juga menjadi pembicara, kasus peledakkan kapal pencuri ikan belum dilakukan dengan maksimal. Pasalnya, ia mendapat kabar dari temannya, di perairan Anabas para nelayan Indonesia yang menggunakan kapal kecil ini sering dikejar-kejar oleh kapal besar Thailand yang menggunakan bendera Indonesia. “Itu artinya belum ada dukungan dari aparat keamanan bagi mereka,” ujarnya.

Jika di sektor kedaulatan (kelautan) mendapat dukungan, namun di sektor perekonomian terkait dengan keputusan menaikkan harga BBM, banyak masyarakat yang kecewa. Terkait dengan kenaikan harga BBM ini banyak masyarakat yang kehilangan kepercayaan pada kinerja atau program Jokowi-JK.

“Ada sebanyak 38% yang menyatakan ketidakpercayaannya terhadap kinerja Jokowi-JK. Kenaikkan BBM itu sangat sensitif,” kata David Effendi.

Sedang di sektor pendidikan, menurut David Effendi, juga menuai kritikan. Banyak beberapa pihak yang tidak setuju dengan perubahan kurikulum terkait dengan pemberhentian kurikulum 2013. “Ada 42% yang menyatakan hal tersebut,” tuturnya.

Sementara itu Dr. Mada Sukmajati mengemukakan, Jokowi-JK telah memberikan  kesan pertama yang baik. Maka tidak heran jika banyak masyarakat yang menaruh harapan dan kepercayaan kepada kinerja Jokowi-JK. Bahkan kepercayaan yang muncul sangat besar yaitu sebesar 58% pasca pelantikan. Namun, seiring berjalanannya waktu bahwa pada hasil survey bulan November, lanjutnya,  hasilnya menurun menjadi 55%. Penurunan ini akibat keputusan pemerintah dalam menaikkan harga subsidi BBM.

“Jadi dapat disimpulkan bahwa ada beberapa masyarakat yang tidak menaruh harapan kembali pada kinerja Jokowi-Jk,” ungkapnya.

Menurut Mada, Jokowi-JK dan para menterinya sudah banyak melakukan gebrakan-gebrakan. “Tapi jika kita kritisi lebih dalam lagi,
gebrakan-gebrakan yang dilakukan lebih kepada menteri-menteri yang ada pada wilayah Jokowi bukan dari menteri partai lain,” tuturnya.

Mada berharap hendaknya Jokowi-JK perlu kerja keras untuk memperbaiki tingkat kepercayaan pada masyarakat, utamanya terkait dengan kenaikkan harga BBM.

“Kenaikan harga BBM inilah-yang memiliki dampak paling drastis menurunkan rasa kepuasaan masyarakat terhadap kinerja Jokowi-JK,” tambah Mada.

Sumber : Sinar Harapan, http://sinarharapan.co/news/read/141230012/rss.xml#

About David Efendi 237 Articles
David Efendi is a young lecturer at the departement of Governmental Studies at UMY. He graduated from political Science, University of Hawaii at Manoa and Gadjah Mada University. His research interest are mostly in the area Local Politic, everyday politics and resistances he then found this Everyday Politics and Resistance Studies in order to create a new alternative in understanding political issue both local and national. The main focuses of his current research are about everyday life of people resistances and politics, non-violence movement, collective action, and also social movement.