Mohon untuk tidak mengupload file materi perkuliahan yang berbentuk pdf, ppt, doc, xls ke Blog Staff UMY -- Silahkan upload file-file tersebut ke E-Learning Pilpres 2014: Kedua Pasangan Berebut Sukarno – Politik Lokal dan Perubahan Sosial

Pilpres 2014: Kedua Pasangan Berebut Sukarno

Laporan Reporter Tribun Jogja, Niti Bayu Indrakrista

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA – Di luar perkiraan para pengamat politik, dalam kampanye Pemilihan Presiden 2014 wacana mengenai ideologi banyak muncul ke permukaan. Sosok dan ideologi Soekarno pun menjadi rebutan kedua pasangan capres-cawapres yang berkompetisi.

Dosen Fisipol Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) David Effendi mengatakan, sebenarnya banyak pengamat politik yang sempat memprediksi bahwa ideologi akan menjadi wacana yang diabaikan selama jalannya kampanye. Namun kenyataannya, ideologi justru menjadi pembicaraan hangat, jauh melampaui saat masa kampanye Pilpres sebelumnya tahun 2009.

“Saat ini, wacana ideologi lebih kuat daripada sebelumnya. Kedua kontestan pun memperebutkan sosok maupun pemikiran Soekarno,” kata David yang menjadi pembicara dalam Seminar Politik Debat Tim Sukses Capres Cawapres Mencari Presiden Ideal untuk Indonesia yang diselenggarakan di UIN Sunan Kalijaga, Yogyakarta, Sabtu (14/6/2014) siang.

Konsep-konsep politik yang terkait dengan Putra Sang Fajar, kata David, seperti diperebutkan oleh para Capres. Misalnya konsep Trisakti Bung Karno, Undang-Undang Dasar, hingga cara berpakaian. Sebaliknya, isu agama tidak lagi selaku sebelumnya.

Meskipun masih ada, namun sudah tidak lagi kencang apalagi sampai menjadi pertimbangan. “Kegagalan para pengamat politik yang menganggap era persaingan ideologi sudah lewat,” ujar David.

Ia juga menyoroti pentingnya peran tim sukses atau tim pemenangan para capres. Bahkan, ia tidak menduga akan ada kalangan yang menentukan pilihannya bukan berdasarkan kualitas capres atau cawapres itu sendiri, melainkan karena simpati pada tim pemenangan mereka.

Menurut David, dalam konteks Pilpres 2014, hal tersebut bisa menekan kemungkinan terjadinya konflik horizontal. Sebab, tim pemenangan masing-masing capres berisi orang-orang yang sebelumnya memang sudah saling kenal dan menjalin hubungan baik.

“Anies Baswedan dan Mahfud MD sama-sama dari akademisi. Di tingkat daerah, Herry Zudianto dan Idham Samawi juga pada dasarnya adalah teman,” ujar David. (Tribunjogja.com) sumber: http://jogja.tribunnews.com/2014/06/14/kedua-capres-berebut-bung-soekarno/debat-capres_cawapres_1006

About David Efendi 237 Articles
David Efendi is a young lecturer at the departement of Governmental Studies at UMY. He graduated from political Science, University of Hawaii at Manoa and Gadjah Mada University. His research interest are mostly in the area Local Politic, everyday politics and resistances he then found this Everyday Politics and Resistance Studies in order to create a new alternative in understanding political issue both local and national. The main focuses of his current research are about everyday life of people resistances and politics, non-violence movement, collective action, and also social movement.