Mohon untuk tidak mengupload file materi perkuliahan yang berbentuk pdf, ppt, doc, xls ke Blog Staff UMY -- Silahkan upload file-file tersebut ke E-Learning Catatan Hidup dan Buku (bag.1) – Politik Lokal dan Perubahan Sosial

Catatan Hidup dan Buku (bag.1)

David Efendi

Hidup dan buku adalah dua sisi mata uang. Itulah sebenarnya alasan kenapa saya memparalelkan tiga hal diatas. Catatan akan memberikan kehidupan dari refleksi yang memberdayakan dan buku adalah bahan bakarnya. Itulah hidup, catatannya dan bahan bakarnya.geraba

Kembali ke bagian mabuk di lautan buku. Yogyakarta, sebagaimana yang saya ceritakan sedikit di bagian sebelumnya, menjadi satu hal yang sangat penting untuk melukiskan peradaban ilmu. Jumlah perpustakaan umum, kampus, sekolah, taman baca, rumah baca, peprustakaan masjid dan sebagainya. Inilah adalah bagian dari serpihan cahaya yang memancar di permukaan bumi dan apabila kita diberikan kesempatan meneropong bagian bumi Yogyakarta dari planet lain dengan teleskop raksasa yang bisa menscanner cahaya dari buku—niscaya semburat cahaya dari bumi “ngayogyakarta hadiningrat.” Ini adalah penerang jiwa zaman di masa depan. Disadari atau tidak, ini akan memberikan pencerahan jika kita mau mengambil bagian dari aktor pengubah.

Persoalannya adalah bagaimana kita meyakini secara sungguh-sungguh bahwa buku adalah bagian dari alat penerang zaman dan senjata bagi generasi masa depan. Buku dalam hal ini seharusnya diartikan sangat luas bukan hanya buku texs printing atau online, tetapi juga menyangkut berbagai sumber pengetahuan yang ada di sekeliling kita baik manusia, alam sekitar, dan berbagai hal tangible lainnya. The Decline Of Bourgeoisei

Desa Membaca (Catatan hidup dan Buku Bag.5)

Desa adalah, bukan hanya sebagai entitas politik dan ekonomis, tetapi desa adalah last resort dari pemasok sumber daya manusia unggul untuk menggantikan rotasi kepemimpinan, guru, dosen, dan berbagai profesi lainnya untuk memastikan bahwa siklus kehidupan suatu bangsa tetap berjalan. Desa sebagai kekuatan ekonomi sudah jelas diilustrasikan oleh Iwan Fals dalam liriknya. Tidak ada salahnya saya kutipkan liriknya sebagai berikut:

Desa adalah kekuatan sejati/Negara harus berpihak pada para petani/Desa adalah kekuatan/Desa adalah masa depan/ Desa dan kota tak terpisahkan/ Tetapi desa harus diutmakan

Desa membaca adalah sebuah mimpi besar bahwa ada geliat peradaban yang ditandai dengan tradisi membaca sangat besar, nyata dalam keseharian. Ribuan bahkan ratusan ribu perpustakaan desa yang buka 24 jam dan dapat diakses semua penduduk desa adalah otopia saya yang akan terus saya perjuangan dengan segala kekuatan dan sumber daya yang saya miliki.

 

Pada tahun-tahun antara 2003-2004, saya setiap melihat tumpukan buku di berbagai toko buku, di pelataran depan ruang kelas di kampus, saya terus bermimpi membawa buku-buku itu ke kampong-kampung pedalaman. Paling tidak, saya ingin membaca dan berbagai apa isi pengatahuan dan ilmu di dalamnya. Ini adalah perasaan yang terus berkembang dan terpatri dalam kepala dan mimpi saya. Tidak pernah mundur selangkah pun apa yang telah aku jadikan hajat. Seperti pepatah minang, “sekali layar terkembang, pantang surut ke belakang.”

552055_506510572708476_299097532_n

Tahun 2007 saya mendirikan dan membangu  taman baca bernama “Iqra” di desa kelahiranku di tepi bengawan solo, Lamongan. Pada saat yang sama saya mensuport beberapa taman baca di sekitarnya yaitu di pantai utara di Sedayu Lawas dan di daerah Modo dan Gresik. Pada saat saya berangkat ke Riau, Padang, dan Sulawesi Selatan saya bawakan buku untuk komunitas di sana. Juga pada saat ke Bali. Saya ingin membagi dan menularkan ilmu dalam beberapa buku seraya bermimpi, berdoa, berharap—membangun minat baca masyarakat dari hal-hal kecil. Saya tetap yakin, mengurus hal-hal kecil dengan sepenuh hati dan kesungguhan usaha akan mendapatkan kemenangan kecil yang menyenangkan dan ujungnya kemenangan kecil ini akan menjelma menjadi besar dan mengubah keadaan sedikit lebih baik.

 

About David Efendi 237 Articles
David Efendi is a young lecturer at the departement of Governmental Studies at UMY. He graduated from political Science, University of Hawaii at Manoa and Gadjah Mada University. His research interest are mostly in the area Local Politic, everyday politics and resistances he then found this Everyday Politics and Resistance Studies in order to create a new alternative in understanding political issue both local and national. The main focuses of his current research are about everyday life of people resistances and politics, non-violence movement, collective action, and also social movement.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*